Perpustakaan Gunungkidul Buka Layanan sampai Malam

GUNUNGKIDUL – Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Gunungkidul membuat terobosan dengan membuka layanan hingga pukul 20.00 WIB.  Kebijakan ini diberlakukan untuk meningkatkan kunjungan sehingga berdampak terhadap peningkatan minat baca di masyarakat.

Dua anak sedang memainkan koleksi mainan alat musik yang ada di KPAD Gunungkidul, Rabu (10/8/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Kepala KPAD Gunungkidul Ali Ridlo mengakui jika minat baca di Gunungkidul masih kurang. Oleh karenanya, KPAD berusaha semaksimal mungkin agar minat tersebut jadi semakin tumbuh.

Selain melengkapi koleksi buku berserta penambahan sarana penunjang lainnya seperti fasilitas wifi, internet dan area gazebo untuk tempat berdiskusi, Ali mengaku juga menerapkan kebijakan baru. Sejak akhir Juli lalu, perpustakaan daerah buka lebih lama, karena melayani pengunjung hingga malam hari.

Harapannya dengan kebijakan itu, maka antusiasme berkunjung meningkat dan berpengaruh terhadap minat baca di masyarakat. “Kita buka hingga pukul 20.00 WIB. Dengan kebijakan ini, warga jadi bisa lebih leluasa untuk melakukan kunjungan, terutama bagi mereka yang aktif bekerja pada siang harinya,” kata Ali saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (10/8/2016).

Menurut dia, terobosan itu bukan akhir dari inovasi pelayanan di KPAD. Untuk saat ini, kantor tersebut sedang membuat kajian untuk buka pelayanan pada hari libur. Namun rencana ini harus dikaji dengan matang karena menyangkut ketersediaan sumber daya manusia dalam pengelolaan.

“Mungkin kebijakan ini baru bisa dilakukan tahun depan. Mudah-mudahan dengan berbagai program ini bisa meningkatkan minat baca masyarakat,” kata mantan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga ini.

Dia menambahkan, untuk memantau perkembangan pelayanan di KPAD juga disediakan kotak saran. Kotak ini selain berfungsi untuk penilaian terhadap pelayanan, pengunjung juga bisa memanfaatkan sebagai media dalam penambahan koleksi buku yang dimiliki.

“Tinggal tulis saja buku apa yang diinginkan. Jika peminatnya banyak maka buku itu bisa dibeli untuk kemudian bisa dibaca pengunjung,” tutur Ali.

Sumber : http://www.harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *