Untitled

GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul tahun ini bakal menambah koleksi buku di perpustakaan sekolah senilai hampir Rp3 miliar. Namun hingga jelang tutup tahun, proyek bernilai miliaran rupiah itu belum terealisasi.

Data yang dilansir Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Gunungkidul mencatat, sebanyak enam paket pengadaan barang dengan tota nilai mencapai Rp2,9 miliar untuk pembelian buku perpusatakaan sekolah.

Pengadaan buku yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) itu diperuntukkan bagi jenjang SD dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Sudodo mengatakan, pengadaan buku tersebut akan dialokasikan untuk sejumlah sekolah. “Jadi itu enggak hanya satu sekolah, tapi banyak sekolah. Berapa persisnya saya tidak hafal,” terang Sudodo, Selasa(22/11/2016).

Sejatinya kata Sudodo, rencana pembelian buku tersebut sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun pengadaan buku tahun lalu gagal karena tidak ada pemenang lelangnya. Pengadaan buku perpustakaan sekolah itu untuk mendukung pelaksanaan kurikulum yang sekarang berlaku di sekolah.

Tahun ini, pengadaan buku kembali dilelang, meski memasuki akhir November program itu belum terealisasi lantaran belum ada pemenang lelangnya. Sudodo mengklaim, pengadaan buku tersebut dapat terealisasi sebelum tutup tahun. Pasalnya kata dia, proses pengadaan tidak membutuhkan cetak buku. “Kalau bukunya sudah ada sudah dicetak, tinggal dikirim saja. Sekarang tinggal menunggu siapa rekanan yang akan melaksanakan pengadaannya. Jadi pelaksanannya bisa cepat tidak akan memakan waktu lama,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Gunungkidul Ali Ridlo mengatakan, pengadaan buku di Gunungkidul setiap tahun tidak hanya melibatkan Dinas Pendidikan. Di lembaganya, tahun ini juga mengadakan pembelian buku senilai Rp400 juta untuk menambah koleksi perpustakaan daerah.

Kendati pengadaan buku terus dilakukan, sejatinya kata dia, Gunungkidul masih kekurangan banyak koleksi buku. “Sebenarnya kita masih kurang koleksi buku dan perlu ditambah. Makanya tiap tahun selalu ada pengadaan buku,” jelas Ali Ridlo.

sumber : http://www.harianjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *