Najwa Shihab dan Virus Membaca Buku

YOGYAKARTA, (PR).- Hari kedua Mocosik 2017 berlangsung meriah di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Ribuan penonton memadati venue dari sore hingga malam hari. Mereka datang untuk menyimak talkshow seputar buku yang menghadirkan Najwa Shihab dan Rudy Gunawan, serta Tompi dan Glenn Fredly yang mendadak jadi pembawa acara.

“Seru ya kalau bicara tentang buku. Tapi belakangan minat baca buku semakin berkurang. Setelah ada gadget mereka lebih memilih baca di gadget daripada baca buku. Sangat seru bisa ngobrol banyak tentang buku bersama penyanyi Tompi, Glenn Fredly dan penulis buku Rudi Gunawan .Karena biasanya saya wawancarai nara sumber tapi kali ini saya yang diwawancara oleh Tompi dan Glenn,” ungkap Najwa ditemui seusai talkshow di Jogja Expo Center, Bantul, Yogyakarta, Senin, 13 Febuari 2017.

Najwa menuturkan ramainya pengunjung menggambarkan masih banyaknya orang yang berminat untuk membaca. Namun saat ini, mayoritas masyarakat memang lebih senang membaca melalui perangkat pintarnya daripada buku.

Menurut dia, festival buku dan musik dapat mendorong semangat tidak hanya bagi pembaca namun juga para penulis buku. Mendekatkan kembali buku pada masyarakat sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan budaya literasi namun juga agar masyarakat membiasakan diri untuk menggali informasi lebih dalam.

Najwa menilai, butuh gerakan yang lebih masif di masyarakat untuk membudayakan membaca buku. “Ada banyak gerakan yang tumbuh di masyarakat untuk menyebarkan literasi. Perpustakaan daerah di setiap provinsi ada, tapi jumlah bukunya tidak mencukupi dan pustakaaan tidak banyak. Kalaupun ada, ya pustakawan yang profesional. Buku tidak banyak di ganti hingga membuat anak-anak tidak tertarik datang ke perpustakaan,” tuturnya.

Dia mengungkapkan tips untuk masyarakat mulai gemar membaca buku. “Mulai membaca apa yang kita suka, itu awal yang harus dilakukan agar kita membaca buku. Luangkan waktu untuk membaca buku, jangan hanya membaca satu buku dalam waktu bersamaan. Share buku itu, bagi informasi buku bagus itu ke orang lain. Jangan selfie mulu,” ujarnya.

“Kalo ada kutipan menarik, endapkan, tulis ulang. Jadilah pembaca yang aktif, mencari informasi yang kita butuhkan. Ada banyak refensi yang panjang di buku,” tutur Najwa.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *