BAGI LAYANAN DIFABEL PERPUSTAKAAN

Deklarasi  “Indonesia Menuju Pendidikan Inklusi” dicanangkan dalam Lokakarya Nasional tentang Pendidikan Inklusif yang diselenggarakan di Bandung, Indonesia tanggal 8-14 Agustus 2004 untuk mendorong pemerintah dan berbagai pihak memberikan hak yang sama bagi anak berkebutuhan khusus dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya pendidikan. Sejalan dengan hal tersebut, Unesco (2005) mengembangkan definisi pendidikan inklusif sebagai proses merespon keragaman kebutuhan seluruh peserta didik melalui peningkatan partisipasi pembelajaran, budaya, dan masyarakat, serta mengurangi pengecualian dalam dan dari pendidikan.

Di Kota Yogyakarta, terdapat 57 sekolah yang mulai menyelenggarakan sekolah inklusi yaitu sekolah regular yang menggabungkan siswa regular dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam satu kelas pembelajaran.  Dengan demikian, sekolah inklusi mesti menyediakan fasilitas dan program pembelajaran yang mendukung dan ramah bagi ABK, perpustakaan adalah salah satunya.

Perpustakaan yang ramah bagi ABK, jika merujuk pada IFLA, perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu  area luar gedung dan tempat parkir; akses masuk ke gedung perpustakaan, ruang dan rak yang ditata agar leluasa untuk akses kursi roda; kamar kecil; meja sirukulasi; unit anak; ruang baca dan dengar bagi pemustaka ABK; dan teknologi informasi yang ramah ABK.

Teknologi Informasi yang ramah ABK, menjadi fokus bagi workshop untuk menciptakan suasana perpustakaan inklusi. Salah satunya adalah penggunaan perangkat lunak yang dapat membantu bagi ABK Tuna Netra.

 

Materi

Pengetahuan dan informasi tentang perpustakaan dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) akan disampaikan oleh Saudara Ajiwan dari Komunitas Braille’iant Jogja. Materi ini sebagai dasar bagi para pustakawan dan pengelola perpustakaan untuk merencanakan dan mengimplementasi perpustakaan inklusi yang mendukung ketersediaan bahan bacaan dan informasi yang ramah bagi ABK.

Perangkat lunak yang mendukung penyediaan fasilitas perpustakaan inklusi tersedia secara berbayar dan terbuka (open source). Heri Abi Burachman Hakim, SIP., M.A. (Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia DIY) akan menyampaikan materi perangkat lunak open source berupa Perangkat lunak Screen Reader Software (pembaca layar), Text to Speech Software (konversi teks ke suara), Braille Converter Software (konversi dari teks ke Braille), dan OCR (konversi gambar ke teks).

 

Tujuan

Workshop ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, informasi, dan ketrampilan bagi pengelola perpustakaan dalam menyediakan fasilitas dan layanan yang ramah bagi ABK.

 

Pelaksanaan

 Hari, Tanggal:           Kamis, 24 Agustus 2017

Waktu:                        08.30 – 15.00 WIB

Tempat:                      Ruang Pertemuan Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta

Narasumber:           

  1. “Perpustakaan Inklusi untuk Penyandang Tuna Netra”

Oleh: Ajiwan Arief (Komunitas  Braille’iant Jogja)

  1. “Perangkat Lunak Pendukung Perpustakaan Inklusi untuk Penyandang Tuna Netra”

Oleh: Heri Abi Burachman Hakim, SIP., M.A. (Pengurus Daerah IPI DIY)

 

Susunan Acara:

08.30 – 08.45             Registrasi dan Coffee Break

08.45 – 09.00             Pembukaan

09.00 – 10.00             Materi I  dan Tanya Jawab

“Perpustakaan Inklusi untuk Penyandang Tuna Netra”

10.00 – 12.00             Materi II dan Workhsop Sesi I

“Perangkat Lunak Pendukung Perpustakaan Inklusi untuk Penyandang Tuna Netra”

12.00 – 13.00             ISHOMA

13.00 – 15.00             Workhsop Sesi II

“Perangkat Lunak Pendukung Perpustakaan Inklusi untuk Penyandang Tuna Netra”

 

Peserta

Peserta Workshop berjumlah 20-30 orang yang terdiri atas pustakawan, tenaga perpustakaan dan kepala perpustakaan sekolah, dan mahasiswa.

 

Registrasi: Rp 100.000,00

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *