Meruwat Informasi

Oleh: Moh. Mursyid

Pustakawan Perpustakaan Emha Ainun Nadjib

Masifnya persebaran berita bohong (hoax) di media sosial berpotensi pada retaknya keutuhan NKRI. Berita hoax kian meresahkan karena memicu timbulnya konflik, baik konflik horizontal antara individu dengan individu lain, maupun konflik vertikal antara lapisan masyarakat dengan pemerintah. Untuk itu, atas alasan apapun berita hoax tidak dapat dibenarkan karena berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan tanah air.

(more…)

Tantangan Gerakan Membaca

Oleh: Moh. Mursyid

Pustakawan Perpustakaan Emha Ainun Nadjib

Di tengah kondisi budaya baca yang masih lemah, ketidakberpihakan oknum pemerintah terhadap gerakan membaca justru ditunjukkan di beberapa daerah. Belum lama ini misalnya, Lapak Baca Asmanadia digusur oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menjajakan buku di alun-alun Kabupaten Cianjur. Kejadian serupa juga pernah dialami oleh Komunitas Perpustakaan Jalanan Kota Bandung yang dibubarkan oleh TNI beberapa waktu lalu. Ironis.

(more…)

Sinergi Kepustakawanan

Oleh: Sarwono

Pustakawan UGM, Ketua PD Ikatan Pustakawan Indonesia DIY

Terdapat berbagai macam definisi kepustakawanan. Menurut Sulistyo-Basuki (1993) kepustakawanan (Librarianship) adalah penerapan pengetahuan (dalam hal ini ilmu perpustakaan) hal pengadaan, penggunaan serta pendayagunaan buku (dalam arti luas) di perpustakaan serta jasa perpustakaan.

(more…)

Perpustakaan untuk (Wakil) Rakyat

Oleh: Moh. Mursyid
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rencana pembangunan perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengundang perhatian publik. Bukan saja karena biayanya yang superfantastis, yaitu 570 miliar rupiah, tetapi juga relevansinya terhadap kinerja para wakil rakyat itu sendiri. Antara kebutuhan dan pemborosan, antara maslahat dan muslihat.

(more…)

Mengawal Bonus Demografi

Oleh: Moh. Mursyid

Pustakawan Perpustakaan Emha Ainun Nadjib

AKSI kekerasan seakan tak pernah henti. Dalam beberapa bulan terakhir ini kita seakan ditunjukkan dengan kasus kekerasan anak yang sangat ‘mengerikan’. Mulai kasus Engelin di Bali, siswa SD meninggal di pinggir jembatan Desa Bulurejo Wonogiri hingga mayat dalam kardus di Kalideres. Bukan hanya orang dekat pelakunya. Pelaku pembunuhan itu ada juga yang orangtuanya. (more…)