Kunjungan PD IPI Daerah istimewa Yogyakarta ke PD IPI Jawa Tengah

Kamis, 2 Februari 2017, sejumlah Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PD IPI DIY) melakukan kunjungan ke  Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Idonesia Jawa Tengah (PD IPI Jateng). Kunjungan dipimpin oleh Ketua 1 Bapak  Drs. Budiyono, SIP., karena Ketua Umum PD IPI DIY, Bapak Sarwono, M.A. sedang sakit. Kunjungan diterima di ruang pertemuan, lantai 4 gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Jateng. Acara kunjungan dimulai dengan ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Bapak Nugroho, MM (Kepala Dinas Pengembangan Perpustakaan) Jateng.  Bapak  Nugroho berharap agar media komunikasi sesama PD IPI bisa terus berjalan. Sebagai sambutan kedua oleh PD IPI DIY yang diwakili oleh Bapak  Budiyono. Pak Budi, begitu sapaan untuk beliau, mengenalkan satu persatu PD IPI DIY yang hadir saat itu ada 25 orang. Berbagai  hal yang sudah dilakukan oleh IPI Jateng dan apa yang sudah dilakukan oleh IPI DIY akan menjadi bahan sharing dalam kunjungan ini.

This slideshow requires JavaScript.


Sambutan selanjutnya oleh Bpk. Aan Permana selaku Ketua PD IPI Jateng. Beliau menyampaikan bahwa: “Sebenarnya Yogya atau IPI DIY itu lebih senior, sehingga seharusnya kami yang nanti akan lebih banyak bertanya kepada IPI Yogya. Alasannya adalah Perpustakaan Negara yang berdiri tahun 1949-1961, yang dikepalai oleh Pak A R Fatah juga merangkap sebagai Kepala Perpustakaan Jateng saat itu. Menurut Pak AAn, IPI Yogya jauh lebih bagus dan tertata dengan baik. Ada 32 pengurus IPI Jateng, namun yang hadir saat itu hanya perwakilan saja. Pada tanggal 31 Desember  2016 PD IPI Jateng baru dilantik, sehingga PD  IPI Yogya memang lebih tua.
Kesempatan selanjutnya dilakukan tanya jawab seputar Program Kerja IPI  dan realisasinya, yang dilakukan oleh sesama Pengurus Daerah IPI.  Sehingga dapat dirasakan bahwa kunjungan ini sangat bermanfaat. Hal itu disampaikan tidak hanya oleh Ketua PD IPI Jateng saja, namun juga oleh Bapak Edi, selaku Pembina  IPI Jateng dan Ibu Yufen, pengurus IPI Jateng, pejabat struktural BPAD Jateng, dan lain lain. Tanya jawab dan diskusi dilakukan dengan suasana kekeluargaan sehingga  tak terasa sudah berjalan hampir 3,5 jam. Dengan berbagi tidak akan merugi, namun sebaliknya akan semakin menguatkan sinergi. (Sarwono)

Seminar Sharing Pengetahuan Menulis Resensi Buku Layak Muat Di Media

Hampir semua media massa mempunyai rubrik resensi buku. Baik itu surat kabar harian, majalah, majalah ilmiah dan juga buletin. Bukan saja media massa bersifat umum, bahkan majalah dengan segmentasi khusus pun menyediakan halaman resensi buku. Tidak itu saja, resensi buku ada di media massa lokal, nasional maupun internasional. Untuk surat kabar harian, lazimnya resensi buku pemuatannya pada hari libur (sabtu dan minggu) dengan dua atau tiga buku yang diresensi. Penulis resensi (resensor) biasanya berasal dari luar anggota redaksi/wartawan, sehingga publik diberi lahan luas untuk menyalurkan opini dan memberi penilaian atas buku yang diresensi.

(more…)